Pages

Sunday, October 18, 2015

Kuliner Angkringan Nasi Kucing "Om Jonsss" Palembang

       
(Sumber : koleksi pribadi)

        Rindu sama suasana angkringan jogja? rindu harga makanannya yang murah dan enak? jauh kalau mau ke jogja? santai aja gan, dipalembang sudah ada kok angkringan khas jogja. Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari minggu pada tanggal 20 september 2015, saya bersama teman saya (harisman) nemuin tempat makan yang enak dan murah meriah gan. Berlokasi di jalan puncak sekuning vamili 4, lorok pakjo, terdapat Angkringan Nasi Kucing "Om Jonsss" khas jogja. Rasanya enak dan harganya murah. Angkringan ini buka pada malam hari dan tutup bisa hampir tengah malam bahkan lewat.
        
        Ada beragam menu disana, mulai dari tempe goreng, bacem, empela, ceker, ayam goreng, tahu, dll. Untuk nasi bisa pilih nasi goreng atau nasi gemuk gan. Waktu itu saya sama temen saya habis 4 piring nasi gemuk dengan menu empela, ceker, tempe goreng, dan bacem, dan minum jahe susu, total habis kurang lebih Rp.26.000 gan.

        Penjual disana masih muda gan, menurut saya baru lulus kuliah, dan ada yang berasal dari jawa, karena saya ajak bahasa jawa dia paham. Para penjualnya ramah gan. Saat makan pun kita akan ditemenin dengan lagu, sayangnya bukan lagu jawa, jadi nuansa daerah jawanya sedikit kurang.

 
 (Sumber : koleksi pribadi)


 
 (Sumber : koleksi pribadi)


Sampai jumpa dikuliner selanjutnya.

Friday, October 16, 2015

Voltage Regulator dengan Menggunakan LM2576T

          LM2576T adalah switching regulator pabrikan national semiconductor dengan arus keluaran hingga 3A, tegangan keluaran dapat diatur dari 1,23Vdc hingga 37Vdc dengan rangkaian yang digunakan adalah adjustable output version. Tegangan masukan LM2596T berupa tegangan dc yang belum teregulasi hingga maksimum 40Vdc.

Adapun komponen-komponen yang digunakan dalam membuat rangkaian ini yaitu :
1. LM2576T
2. Kapasitor 100uF
3. Kapasitor 1000uF
4. Dioda 1N5822
5. Induktor 100uH
6. Multiturn Top Adjust 10K ohm
7. 2 Pin Terminal Screw and Block

Berikut gambar rangkaian skematiknya :



Permasalahan Tentang PDF

        Sebagian orang pasti pernah mengalami permasalahan seputar dokumen dalam format PDF, seperti : ingin convert file JPG menjadi PDF atau sebaliknya, Compress PDF, convert PDF to Office atau sebaliknya, Merge PDF, Split PDF, Unlock PDF, dan rotate file PDF. Permasalahan ini menjadi sedemikian rumit bagi setiap orang yang tidak memiliki aplikasi tersebut dilaptop maupun dikomputer. Bagi kalian yang tidak mau pusing-pusing lagi dengan menunggu lama menginstal aplikasi yang berkaitan dengan permasalahan tersebut, disini saya akan memberi tahu dua website yang sangat bermanfaat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, yaitu :

1. Small PDF
digunakan untuk : convert file JPG menjadi PDF atau sebaliknya, Compress PDF, PDF to Office atau sebaliknya, Merge PDF, Split PDF, dan Unlock PDF.

silahkan diklik websitenya : www.smallpdf.com

2. Rotate PDF
Spesialis rotate PDF.

silahkan diklik websitenya : www.rotatepdf.net

Semoga bermanfaat.
Silahkan comment jika ada rekomendasi aplikasi yang berkaitan.
Terima kasih.

Wednesday, October 14, 2015

Apakah Anak-ku harus rangking 1?

(Ilustrasi gambar, sumber : www.thetinhouse.blogspot.co.id)

Si Ranking 23 : “Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan”


        Di kelasnya terdapat 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya. Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun ternyata anak kami  menerimanya dengan senang hati.
        Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji “Superman cilik” di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar saja. Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak kami rangking nomor 23 dan tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali suamiku menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi, timbul keirian dalam hatinya sampai matanya begitu bersinar-sinar.
        Kemudian ketika dia membaca sebuah berita tentang seorang anak berusia 9 tahun yang masuk perguruan tinggi, dia bertanya dengan hati kepada anak kami: “Anakku, kenapa kamu tidak terlahir sebagai anak dengan kepandaian luar biasa?” Anak kami menjawab: “Itu karena ayah juga bukan seorang ayah dengan kepandaian yang luar biasa”. Suamiku menjadi tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya tanpa tertahankan tertawa sendiri.
        Pada pertengahan musim, semua sanak keluarga berkumpul bersama untuk merayakannya, sehingga memenuhi satu ruangan besar di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang perlahan-lahan mulai beralih kepada anak masing-masing. Dalam kemeriahan suasana, anak-anak ditanyakan apakah cita-cita mereka di masa mendatang? Ada yang menjawab akan menjadi pemain piano, bintang film atau politikus, tiada seorang pun yang terlihat takut mengutarakannya di depan orang banyak, bahkan anak perempuan berusia 4½ tahun juga menyatakan bahwa kelak akan menjadi seorang pembawa acara di televisi, semua orang bertepuk tangan mendengarnya.
        Anak perempuan kami yang berusia 15 tahun terlihat sangat sibuk sekali sedang membantu anak-anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya kelak. Di bawah desakan orang banyak, akhirnya dia menjawab dengan sungguh-sungguh: Kelak ketika aku dewasa, cita-cita pertamaku adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main. Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan akan cita-cita keduanya. Dia menjawab dengan besar hati: “Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang”. Semua sanak keluarga tertegun dibuatnya, saling pandang tanpa tahu akan berkata apa lagi. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.

        Sepulangnya kami kembali ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak menjadi guru TK?
        Apakah kami tetap akan membiarkannya menjadi murid kualitas menengah?
      Sebetulnya, kami juga telah berusaha banyak. Demi meningkatkan nilai sekolahnya, kami pernah mencarikan guru les pribadi dan mendaftarkannya di tempat bimbingan belajar, juga membelikan berbagai materi belajar untuknya.
        Anak kami juga sangat penurut, dia tidak lagi membaca komik lagi, tidak ikut kelas origami lagi, tidur bermalas-malasan di akhir minggu tidak dilakukan lagi.
        Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti. Namun biar bagaimana pun dia tetap seorang anak-anak, tubuhnya tidak bisa bertahan lagi dan terserang flu berat. Biar sedang diinfus dan terbaring di ranjang, dia tetap bersikeras mengerjakan tugas pelajaran, akhirnya dia terserang radang paru-paru. Setelah sembuh, wajahnya terlihat semakin kurus. Akan tetapi ternyata hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23. Kemudian, kami juga mencoba untuk memberikan penambah gizi dan rangsangan hadiah, setelah berulang-ulang menjalaninya, ternyata wajah anak perempuanku kondisinya semakin pucat saja.
        Apalagi, setiap kali akan menghadapi ujian, dia mulai tidak bisa makan dan tidak bisa tidur, terus mencucurkan keringat dingin, terakhir hasil ujiannya malah menjadi nomor 33 yang mengejutkan kami. Aku dan suamiku secara diam-diam melepaskan aksi tekanan, dan membantunya tumbuh normal.
Dia kembali pada jam belajar dan istirahatnya yang normal, kami mengembalikan haknya untuk membaca komik, mengijinkannya untuk berlangganan majalah “Humor anak-anak” dan sejenisnya, sehingga rumah kami menjadi tenteram damai kembali. Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak memahami akan nilai sekolahnya.
        Pada akhir minggu, teman-teman sekerja pergi rekreasi bersama. Semua orang mempersiapkan lauk terbaik dari masing-masing, dengan membawa serta suami dan anak untuk piknik. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa dan guyonan, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan karya seni pendek.
        Anak kami tiada keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira. Dia sering kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang bocor ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.
        Ketika makan terjadi satu kejadian di luar dugaan. Ada dua orang anak lelaki, satunya adalah bakat matematika, satunya lagi adalah ahli bahasa Inggris. Kedua anak ini secara bersamaan berebut sebuah kue beras yang di atas piring, tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Walau banyak makanan enak terus dihidangkan, mereka sama sekali tidak mau peduli. Orang dewasa terus membujuk mereka, namun tidak ada hasilnya. Terakhir anak kami yang menyelesaikan masalah sulit ini dengan cara yang sederhana yaitu lempar koin untuk menentukan siapa yang menang.

        Ketika pulang, jalanan macet dan anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan banyak bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan, membuat anak-anak ini terus memberi pujian. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio-nya masing-masing.
        Ketika mendengar anak-anak terus berterima kasih, tanpa tertahankan pada wajah suamiku timbul senyum bangga.
          Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku.
        Pertama-tama mendapatkan kabar kalau nilai sekolah anakku tetap kualitas menengah. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang hendak diberitahukannya, hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar.
 
         Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu siapa teman sekelas yang paling kamu kagumi dan alasannya. Selain anakku, semua teman sekelasnya menuliskan nama anakku. Alasannya pun sangat beragam : antusias membantu orang, sangat memegang janji, tidak mudah marah, enak berteman, dan lain-lain, paling banyak ditulis adalah optimis dan humoris.

        Wali kelasnya mengatakan banyak usul agar dia dijadikan ketua kelas saja. Dia memberi pujian: “Anak anda ini, walau nilai sekolahnya biasa-biasa saja, namun kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu”.

        Saya bercanda pada anakku, kamu sudah mau jadi pahlawan. Anakku yang sedang merajut selendang leher terlebih menundukkan kepalanya dan berpikir sebentar, dia lalu menjawab dengan sungguh-sungguh: “Guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.”
        Dia pun pelan-pelan melanjutkan: “Ibu, aku tidak mau jadi Pahlawan aku mau jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.” Aku terkejut mendengarnya dan mengamatinya dengan seksama.
      Dia tetap diam sambil merajut benang wolnya, benang warna merah muda dipilinnya bolak balik di jarum, sepertinya waktu yang berjalan di tangannya mengeluarkan kuncup bunga.
Dalam hatiku pun terasa hangat seketika.
        Pada ketika itu, hatiku tergugah oleh anak perempuan yang tidak ingin menjadi pahlawan ini. Di dunia ini ada berapa banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan, namun akhirnya menjadi seorang biasa di dunia fana ini.
        Jika berada dalam kondisi sehat, jika hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hati, mengapa anak-anak kita tidak boleh menjadi seorang biasa yang baik hati dan jujur.
        Jika anakku besar nanti, dia pasti menjadi seorang isteri yang berbudi luhur, seorang ibu yang lemah lembut, bahkan menjadi seorang teman kerja yang gemar membantu, tetangga yang ramah dan baik.
        Apalagi dia mendapatkan ranking 23 dari 50 orang murid di kelasnya, kenapa kami masih tidak merasa senang dan tidak merasa puas? Masih ingin dirinya lebih hebat dari orang lain dan lebih menonjol lagi? Lalu bagaimana dengan sisa 27 orang anak-anak di belakang anakku? Jika kami adalah orangtua mereka, bagaimana perasaan kami?

  
(Ilustrasi gambar, sumber : www.nusareborn.in)
Anakmu bukan milikmu.
Mereka putra putri sang Hidup yang rindu pada diri sendiri,
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau,
Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu.
Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,
Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri.
Patut kau berikan rumah untuk raganya,
Tapi tidak untuk jiwanya,
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi meski dalam mimpi.
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
Pun tidak tenggelam di masa lampau.
Kaulah busur, dan anak-anakmulah
Anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian.
Dia merentangmu dengan kekuasaan-Nya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.
Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihiNya busur yang mantap.
– Khalil Gibran
Kisah ini juga di tulis di beberapa milis.

Wednesday, December 3, 2014

Program Bascom AVR Untuk PS2 Controller

          Berikut adalah program bascom AVR untuk percobaan joystick yang baru saja saya selesaikan, merupakan tugas kuliah praktek antar muka mikroprosesor, berikut programnya :

'----------------------------------------------------------
'Nama File   : JoystickPS2.Bas
'Ditulis oleh : Dori Saka Pradito
'
'Support : - Sony PSX Handcontroller
'                  - Hardware SPI  Function in BASCOM
'                  - External crystal 11.0592 MHz
'
'PS2 pinout dapat dilihat dibawah ini :
'                _____________________
'Pin 1 ->|   o  o  o   |   o  o  o   |   o  o  o   |
'                \___________________/
'
'Untuk ATMEGA 8535
'Keterangan :
'Pin 1 = Data (PSX PAD data line output)         - PORTB.1
'Pin 2 = Command (PSX PAD data line input  - PORTB.5
'Pin 3 = N/C no connection
'Pin 4 = GND obvious
'Pin 5 = VCC +5VDC obvious
'Pin 6 = ATT (Select)                                               - PORTB.2
'Pin 7 = Clock Line (SCK)                                      - PORTB.7
'Pin 8 = N/C no connection
'Pin 9 = ACK no connection
'
'----------------------------------------------------------

$regfile = "m8535.dat"
$crystal = 11059200
$baud = 9600

'----------------------------------------------------------

'Simbol-simbol pada controller
Deflcdchar 0 , 4 , 4 , 10 , 10 , 27 , 17 , 17 , 31          'Segitiga
Deflcdchar 1 , 31 , 17 , 17 , 17 , 17 , 17 , 17 , 31        ' Kotak
Deflcdchar 2 , 4 , 14 , 21 , 4 , 4 , 4 , 4 , 4                    ' Up
Deflcdchar 3 , 4 , 4 , 4 , 4 , 4 , 21 , 14 , 4                    ' Down
Deflcdchar 4 , 32 , 32 , 4 , 2 , 31 , 2 , 4 , 32               ' Right
Deflcdchar 5 , 32 , 32 , 4 , 8 , 31 , 8 , 4 , 32               ' Left

'----------------------------------------------------------

'LCD 16x2
'Menggunakan PORTC
Config Lcd = 16 * 2
Config Lcdpin = Pin , Db4 = Portc.2 , Db5 = Portc.3 , Db6 = Portc.4
Config Lcdpin = Pin , Db7 = Portc.5 , Rs = Portc.0 , E = Portc.1
Cursor Noblink Off : Cls

'----------------------------------------------------------

'SPI
Config Spi = Hard , Interrupt = Off , Data Order = Lsb , Master = Yes , Polarity = High , Phase = 1 , Clockrate = 128
Spiinit
Config Portb.1 = Output
Pad_att_line Alias Portb.1

Dim Cmdstart As Byte : Cmdstart = &H01
Dim Cmdstatus As Byte : Cmdstatus = &H42

Dim Joy_present As Byte , Joy_mode As Byte
Dim Joy_byte1 As Byte , Joy_byte2 As Byte
Dim Joy_kanan_x As Byte , Joy_kanan_y As Byte
Dim Joy_kiri_x As Byte , Joy_kiri_y As Byte

'----------------------------------------------------------

Key_select Alias Joy_byte1.0
Key_joyr Alias Joy_byte1.1
Key_joy1 Alias Joy_byte1.2
Key_start Alias Joy_byte1.3
Key_up Alias Joy_byte1.4
Key_right Alias Joy_byte1.5
Key_down Alias Joy_byte1.6
Key_left Alias Joy_byte1.7

Key_l2 Alias Joy_byte2.0
Key_r2 Alias Joy_byte2.1
Key_l1 Alias Joy_byte2.2
Key_r1 Alias Joy_byte2.3
Key_triangle Alias Joy_byte2.4
Key_circle Alias Joy_byte2.5
Key_x Alias Joy_byte2.6
Key_square Alias Joy_byte2.7

Config Portd.7 = Output
Config Portd.6 = Output
Config Portd.5 = Output
Config Portd.4 = Output

'----------------------------------------------------------

Cls
Lcd "Tes Joystick PS2"
Lowerline
Lcd "-----SUKSES-----"
Wait 3
Cls
Lcd "--DORI & JIMI-- "
Wait 3
Cls

Do

   Reset Pad_att_line : Waitus 100
   Spiout Cmdstart , 1
   Joy_mode = Spimove(cmdstatus)
   Spiin Joy_present , 1
   Spiin Joy_byte1 , 1
   Spiin Joy_byte2 , 1
   Spiin Joy_kanan_x , 1
   Spiin Joy_kanan_y , 1
   Spiin Joy_kiri_x , 1
   Spiin Joy_kiri_y , 1
   Set Pad_att_line : Waitus 100

   If Joy_byte1.3 = 0 Then
   Locate 1 , 1
   Lcd "Start           "
   Print "Start           "
   Portd.4 = 0
   Portd.5 = 1
   Portd.6 = 0
   Portd.7 = 0
   Waitus 500

   Elseif Joy_byte1.0 = 0 Then
   Locate 1 , 1
   Lcd "Select          "
   Print "Select          "
   Portd.4 = 0
   Portd.5 = 1
   Portd.6 = 0
   Portd.7 = 0
   Waitus 500

   Elseif Joy_byte1.1 = 0 Then
   Locate 1 , 1
   Lcd "Joystick kanan  "
   Locate 2 , 1
   Lcd "X = " ; Joy_kanan_x ; "Y = " ; Joy_kanan_y
   Print "Joystick kanan  "

   Elseif Joy_byte1.2 = 0 Then
   Locate 1 , 1
   Lcd "Joystick kiri   "
   Locate 2 , 1
   Lcd "X = " ; Joy_kiri_x ; "Y = " ; Joy_kiri_y
   Print "Joystick kiri   "

   Elseif Joy_byte1.4 = 0 Then
   Locate 1 , 1
   Lcd Chr(2) ; "  Panah keatas "
   Print "Panah keatas    "
   Portd.4 = 0
   Portd.5 = 1
   Portd.6 = 0
   Portd.7 = 0
   Waitus 500

   Elseif Key_down = 0 Then
   Locate 1 , 1
   Lcd Chr(3) ; "  Panah kebawah "
   Print "Panah kebawah   "
   Portd.4 = 0
   Portd.5 = 1
   Portd.6 = 0
   Portd.7 = 0
   Waitus 500

   Elseif Key_right = 0 Then
   Locate 1 , 1
   Lcd Chr(4) ; "  Panah kekanan"
   Print "Panah kekanan   "
   Portd.4 = 0
   Portd.5 = 1
   Portd.6 = 0
   Portd.7 = 0
   Waitus 500

   Elseif Key_left = 0 Then
   Locate 1 , 1
   Lcd Chr(5) ; "  Panah kekiri "
   Print "Panah kekiri    "
   Portd.4 = 0
   Portd.5 = 1
   Portd.6 = 0
   Portd.7 = 0
   Waitus 500

   Elseif Key_triangle = 0 Then
   Locate 1 , 1
   Lcd Chr(0) ; " Segitiga      "
   Print "Segitiga        "
   Portd.4 = 0
   Portd.5 = 0
   Portd.6 = 0
   Portd.7 = 1
   Waitus 500

   Elseif Key_x = 0 Then
   Locate 1 , 1
   Lcd "Tombol X        "
   Print "Tombol X        "
   Portd.4 = 0
   Portd.5 = 0
   Portd.6 = 0
   Portd.7 = 1
   Waitus 500

   Elseif Key_square = 0 Then
   Locate 1 , 1
   Lcd Chr(1) ; " Kotak         "
   Print "Kotak           "
   Portd.4 = 0
   Portd.5 = 0
   Portd.6 = 0
   Portd.7 = 1
   Waitus 500

   Elseif Key_circle = 0 Then
   Locate 1 , 1
   Lcd "O Lingkaran     "
   Print "Lingkaran       "
   Portd.4 = 0
   Portd.5 = 0
   Portd.6 = 0
   Portd.7 = 1
   Waitus 500

   Elseif Key_l1 = 0 Then
   Locate 1 , 1
   Lcd "L1              "
   Print "L1              "
   Portd.4 = 0
   Portd.5 = 0
   Portd.6 = 1
   Portd.7 = 0
   Waitus 500

   Elseif Key_l2 = 0 Then
   Locate 1 , 1
   Lcd "L2              "
   Print "L2              "
   Portd.4 = 0
   Portd.5 = 0
   Portd.6 = 1
   Portd.7 = 0
   Waitus 500

   Elseif Key_r1 = 0 Then
   Locate 1 , 1
   Lcd "R1              "
   Print "R1              "
   Portd.4 = 0
   Portd.5 = 0
   Portd.6 = 1
   Portd.7 = 0
   Waitus 500

   Elseif Key_r2 = 0 Then
   Locate 1 , 1
   Lcd "R2              "
   Print "R2              "
   Portd.4 = 0
   Portd.5 = 0
   Portd.6 = 1
   Portd.7 = 0

   Elseif Pad_att_line = 1 Then
   Locate 1 , 1
   Lcd "Tidak ada respon"
   Print "Tidak ada respon"
   Portd.4 = 1
   Portd.5 = 0
   Portd.6 = 0
   Portd.7 = 0
   End If
   Waitus 100

Loop

'----------------------------------------------------------

          Pada program diatas sudah bisa terhubung dengan komputer, dengan menggunakan rangkaian serial MAX232, bisa ditampilkan dengan hyperterminal ataupun menggunakan aplikasi Visual Basic 6.0 pada komputer.

          Untuk pengembangan, jika ada yang bisa membantu untuk menambahkan program pembacaan nilai X dan Y pada joystick mohon beri komentar, karena pada program diatas belum saya masukkan untuk keadaan  Red Mode.

Friday, November 28, 2014

Rangkaian Driver Relay 5VDC

          Pada rangkaian yang saya buat ini, diperlukan beberapa komponen sebagai berikut :

1. Relay 5VDC (bisa diganti sesuai kebutuhan/ yang relevan)
2. Resistor 100 ohm
3. Transistor 2N222 (NPN - bisa diganti sesuai kebutuhan)
4. Dioda 
5. Terminal Screw 3 Pin

          Rangkaian ini hanya untuk satu driver relay, untuk penggunaan yang lebih banyak dapat dikombinasikan lagi. Berikut gambar rangkaian skematiknya :


          Untuk rangkaian pada PCB dapat dilihat pada gambar dibawah ini :


          Tata letak komponennya sebagai berikut :


          Rangkaian ini bisa diaplikasikan pada rangkaian pengendali lampu rumah, pengendai motor DC maupun AC, dan lain sebagainya. Pada gambar diatas dapat kita lihat terdapat 6 buah pin (3 buah pin disisi kiri dan kanan), pada 3 buah pin disisi kiri terdiri dari pin : VCC, Kendali dari mikro, dan GND, kemudian pada 3 buah pin disisi kanan merupakan pin untuk perangkat yang ingin dikendalikan, NC merupakan singkatan dari normally close, artinya pin tersebut daam kondisi normal tertutup saat inputan tidak diberikan pada pin masukan relay, sedangkan NO merupakan singkatan dari normally open, artinya pin tersebut normal terbuka saat inputan tidak diberikan pada pin masukan relay, kemudian pada pin tengah (sisi kanan) merupakan sumber tegangan (AC atau DC) dari perangkat yang ingin dikendaikan. Semoga bisa menambah wawasan dan mohon koreksinya jika terdapat kesalahan.

Saturday, November 22, 2014

Masalah 'Airwires Hidden' di EAGLE

     Baru-baru ini saya mendapat masalah saat sedang mendesain rangkaian di EAGLE, tanpa saya sadari kalau sedang mengklik sesuatu saat menu properties wire terbuka, dan ternyata yang saya klik adalah menu pilihan "Airwires hidden", kala itu menu properties yang terbuka adalah ground wire, akibatnya adalah sambungan ke seluruh ground menghilang! 



     Terihat unrouted wire untuk ground menjadi hilang (lingkaran hitam).



     Pusing bukan kepalang gara-gara ini, saya utak-atik nih aplikasi, mencari tahu bagaimana memunculkan kembali wire yang sudah menghilang, mulai dari Display Toolbar sampai menu HELP! akhirnya saya mulai bertanya sama mbah google, ketemu juga deh sama forum yang bahas masalah ini (thanks chrisphoenix) beliau ngomong gini "Hides airwires selected via the GROUP command during routing. Simply select the airwires to hide with the group command and run this ULP. Use 'RATS *' at the command prompt to show all airwires." lalu saya ikuti saran beliau dengan ketik RATS * pada command prompt di eagle. Ahasil muncul wire yang tadinya menghilang!


         Semoga bisa membantu.
Follow Google+

@Dori_Saka